Top Ads

Slider[Style1]

Style2

Style3[OneLeft]

Style3[OneRight]

Style4

Style6


Dahulu, ketika nenek saya masih hidup. Sesekali dalam seminggu paling tidak ia mengunyah sesuatu yang membuat saya sendiri bingung pada waktu itu. Ia duduk manis sambil Mahambit (membuat atap dari daun Rumbia). Beberapa lama kemudian mulutnya mulai terlihat cairan merah. Darah keluar, anggap saya. Ia pun tak lama memuntahkan kunyahan yang sudah berwarna kemerah-merahan itu. Terkejut tentu.

Sumber Asal : http://rumahantik53.blogspot.com/2012/12/kinanganwadah-seupah-kuningan.html

Lalu saya bertanya kepada beliau :”Kanapa ni, muntung pian? (ada apa dengan mulut nenek?)”, seraya ia terseyum dan berkata dengan gumaman mulut berisi: “Ngini nagarannya manginang cu ai. (Ini namanya Manginang”. Kemudian ia melanjutkan lagi hambitan-nya.

Sumber Asal : http://rumahantik53.blogspot.com/2012/12/kinanganwadah-seupah-kuningan.html
Tradisi orang-orang yang pernah hidup dari jaman dulu memang unik dan penuh hikmah yang kadang kala masyarakat sekarang tidak pernah terpikirkan atau belum sampai memikirkan sejauh itu. Dengan kemajuannya jaman sekarang ini tradisi masyarakat untuk Manginang tersebut mulai luntur. Hal ini disebabkan berbagai faktor yang diantaranya adalah :
  • Perubahan pola pikir
  • Gaya hidup masyarakat modern
  • Tradisi lama dianggap kurang memberikan pendidikan.
  • Anggapan Kono
  • Anggapan Kurang bersih
  • Rasa Malu dan ego
  • Dan sebagainya.
Manginang adalah kegiatan mengunyah biji pinang beserta rempah-rempah lain. Selambar sirih dioles kapur, dicampur gambir, ditambah pinang dijadikan kinangan. Kinangan dimakan disebut "manginang". Manginang menjadi suatu kebiasaan masyarakat yang menjadi budaya masyarakat Banjar, terutama kaum wanita yang sudah tua maupun para gadis yang memasuki masa remaja yang dilakukan secara turun-temurun.Rempah-rempah tersebut antara lain :
  1. Daun sirih
  2. Cengkeh
  3. Kapur makan
  4. Gambir
  5. Kacip
Beberapa pendapat tentang manfaat oleh orang yang masih memakai tradisi manginang adalah :
Sumber Asal : http://rumahantik53.blogspot.com/2012/12/kinanganwadah-seupah-kuningan.html
  1. Menginang menguatkan gigi dan gusi.
  2. Menginang untuk menjaga dan merawat kesehatan mulut dan gigi juga digunakan sebagai pengganti kebiasaan merokok
  3. Mencegah bau mulut
  4. Sepah kucuran pinang mengandung bahan anti-biotik berfungsi untuk mengobati luka

About Bang Yoes

Kehidupan yang sederhana dan hidup di daerah kota kecil tempat yang menyenangkan penuh kedamaian. Tak punya banyak kekayaan harta, tapi ide merupakan yang berharga. Persahabatan merupakan bagian dari wahana mendapatkan ilmu pengetahuan dan pengalaman yang berguna.
«

Next

Newer Post
»
Previous
Older Post

No comments:

Post a Comment


Top